SEBUAH NOVEL PENGGUGAH JIWA - (TEKAD)
Tangerang Selatan 11 Januari 2022 - Tekad, sebuah novel di tulis oleh Wahyudi Pratama yang mengisahkan seorang pemuda ternama asal kota Blitar, seorang mursyid yang menggemakan nasyid dari kota satu ke kota lainnya. seorang pemuda yang mentekadkan tujuannya tetap berada dijalan yang sudah dipilihnya. Pemuda tersebut bernama Muhammad Ulul Azmi Askandar Al-Abshor.
Beliau merupakan putra pertama dari pasangan Ummi Laila Syadzili Askandar dan Abah Ahmad Ulil Abshor Ishomuddin. beliau memiliki tiga adik yaitu Naufal, Rara Syadzili Abshor, Ahmad Abshor. Keluarga yang selalu mengutamakan kecintaan terhadap kanjeng Nabi dan selalu memuja-muji gusti Allah.
Beliau melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP) di Pondok Pesantren Nurul Qodim Probolinggo dan beliau diajak oleh sanak keluarganya untuk menjadi vokalis shalawat yang terkenal bernama Syubannul Muslimin. saat pertama mengikuti acara Syubannul Muslimin, Azmi belum menjadi vokalis utama.
"Menjadi santri bukanlah paksaan dari dalam keluargaku melainkan sebuah keharusan yang wajib dilakukan lantaran didikan umi Laila dan Abah Ahmad dapatkan dulu sebagai santri terbaik pada masanya, dan itu harus juga dirasakan oleh anak-anaknya." Ujar Azmi
"Ketakutan terbesarku adalah jika kelak dakwah yang kutempuh tak diterima oleh seluruh khalayak di luar sana, aku tetap fokus dengan tujuanku yaitu ingin menjadi sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat untuk umat." Tegas Azmi
Umi Laila memberikan jawaban atas pertanyaan ku "yakin yang terkenal mas Azmi atau selawatannya?", lalu aku hanya mengerutkan dahi dan tak mengerti apa yang di maksud oleh umi. lalu umi tersenyum dan memberikan pertanyaan kembali "Mas apa bedanya terkenal karena paras dan terkenal karena akhlak?". lagi-lagi aku menggeleng akupun tak mengetahui apa jawabannya. dan umi pun menunjuk dadaku bahwa perbedaannya ada disana. karena bahwa berdakwahlah seperti kanjeng nabi dan ikuti metode dakwah dengan cara menunaikan amanah dari gusti Allah. memberikan kepuasan kepada setiap jiwa yang menjadi sasaran dakwah dengan cara yang baik, salah satunya melalui shalawat kepada kanjeng nabi.
Lalu umi menceritakan dengan mata berkaca-kaca bagaimana dahulu Rasulullah berdakwah dianiaya oleh banyak orang musyrik, dihinakan oleh penduduk Makkah kemudian pindah ke Thaif bukannya mendapatkan sambutan yang baik akan tetapi mendapatkan kebencian juga cacian, tapi apakah beliau membalasnya? tentu tidak, kanjeng nabi selalu menerimanya dengan lapang dada.
Disaat personel bercengkarama menceritakan tentang cerita yang mengesankan selama acara Syubannul Muslimin, aku tersadar bahwa aku melamun cukup panjang kemudian mas Ahkam bertanya "Kenapa hari ini aku melihatmu banyak ngelamun mas?". lalu aku menceritakan semua kegelisahan ku kepadanya dan mas Ahkam memberikan sebuah penjelasan yang membuatku menjadi lebih baik kembali.
Popularitas yang aku terima saat ini menjadi sebuah ketakutan untuk mengekspresikan diri karena hidup seperti banyak yang mengawasi. mereka yang hadir di majlis seakan-akan ingin melihat ku bukan karena niat untuk memuja-muji gusti Allah dan yang pantas untuk di idolakan adalah Rasulullah.
Hari Minggu pagi, aku mengajak dek Ahmad untuk bermain di ruang tengah. tiba-tiba suara ponsel berdering sebanyak sepuluh kali panggilan tak terjawab, lalu umi menarik ponsel dari tanganku dan mengangkat kembali panggilan dari umi Fatiah. kemudian umi mengucapkan innalillahi wa Inna ilaihi Rojiun. kami mendapatkan kabar duka bahwa kakek kami telah meninggal dunia. aku pun tak bisa berkata apapun dan melihat umi yang terus menerus menangis. selama perjalanan ke Jakarta aku mencoba menenangkan umi dan abah yang duduk di sebelah sopir hanya tersenyum ke umi. suasana di rumah duka terlihat ramai oleh jamaah yang ingin mengantarkan Kiai Noer ke peristirahatan terkahir yaitu di halaman pondok pesantren Asshidiqiyah. saat di rumah duka aku tidak bisa berkutik dan hanya bisa meneteskan air mata. begitu juga dengan Gus Reyhan selaku pakdeku yang duduk di sebelahku. kami belum menyangka bahwa kiai sudah wafat dan jasadnya pun terbaring tepat di depan aku dan Gus Reyhan.
Tak terasa sebulan telah berlalu semenjak kepergiannya, Kiai Noer namun belum juga datang menghampiriku dalam mimpi dan aku bertanya kepada Abah "Abah, kenapa Azmi belum juga memimpikan kiai Noer ya?". tanyaku kepada Abah. lalu Abah menjawab "berarti mas selalu memanjatkan doa untuk kiai, maka tak perlu kiai datang ke dalam mimpi mas karena mas selalu mendoakan beliau, jadi rindunya mas Azmi dengan kiai Noer saling terbalaskan." setelah Abah memberikan jawaban atas pertanyaan ku lalu Naufal memanggilku karena aku di panggil oleh umi yang berada di ruang tengah. umi hanya memberitahukan bahwa mas Reyhan besok ingin datang kerumah dan minta di antarkan ke Kediri untuk ngopi bersama mas Yossy, sekaligus umi menceritakan bahwa kisah Asim Al-Juhdari yang mendatangi mimpi salah satu anggota keluarganya; setelah lelaki yang menanyakan "dimana keberadaan Asim setelah meninggal?". dalam mimpi tersebut Asim menjawab "bahwa saya berada di taman surga bersama teman-temannya, berkat keutamaan dan kebesaran hari jumat." kisah tersebut umi dengar langsung dari kiai Noer yang duduk di bangku sanawiyah dulu.
Aku sudah berada di dalam kamar dan mulai memejamkan mata. suara jantungku berdetak terdengar jelas lalu aku terbangun sontak mata terbuka lebar dengan kondisi tak sedang berada di dalam kamar, melainkan disebuah gazebo putih yang berada di kediaman kiai Noer. aku melihat sosok kiai Noer yang berdiri didepan dan menatap wajahku seraya senyum khasnya. Di dalam mimpi tersebut kiai Noer memberikan nasihat-nasihat untuk selalu terus bershalawat Baginda Nabi dan membumikan shalawat sampai suara merdumu mengagungkan nama Allah dan Rasul-nya hingga ke langit ketujuh.
mohon maaf ceritanya sampai sini dahulu ya karena ini sudah banyak sekali cerita yang aku dapat dan aku ingat dari buku tekad dan aku tidak ingin banyak spoiler cerita dari buku tekad. untuk ingin mengetahui lebih lengkapnya lagi silahkan untuk membeli buku tekad melalui Pre Order di Instagram @buku.tekad karya Azmi Askandar x Wahyudi Pratama.
Review buku tekad.
1. jadilah manusia yang selalu menyerukan shalawat hingga terciumnya diri kamu di surga
2. jadilah manusia yang selalu baik kepada semua orang dan selalu mengikuti dakwah Rasulullah dan ajarannya.
3. buku tekad selalu mengajarkan hal-hal yang baik dan selalu mendapatkan sebuah nasihat untuk anak muda dizaman modern saat ini.
4. Selalu jadikan Rasulullah Saw sebagai idolamu karena yang patut di idolakan adalah kanjeng Nabi dan selalu memuja-muji gusti Allah.
Penulis : Almaidah
Comments
Post a Comment